Pada saat istirahat pak guru Hendri Matriks sedang berdialog dengan beberapa orang siswa SMA Binalah Matematika .”KKM kepanjangan dari Kriteria Ketuntasa Minimal , sebelumnya bernama SKBM yaitu Standar Kompetensi Belajar Minimal”; kata pak Hendri Matriks.
“Apa sebenarnya kriteria ketuntasan minimal ,KKM ? Apa bedanya dengan rata-rata kelas yang tertera pada raport saya pada saat SMP dulu Pak?” Itulah pertanyaan yang di utarakan oleh siswi yang bernama Siti Matematikawati secara bertubi-tubi.
Ketika guru membagikan atau mengumumkan hasil ulangan kepada semua siswa, maka kita bisa melihat berbagai ekspresi yang ke luar dari siswa, diantaranya : ada yang senang karena nilainya bagus, ada yang sedih karena hasilnya kurang memuaskan juga ada yang diam tanpa ada ekspresi. Semua ekspresi yang tumpah ruah dari diri masing-masing siswa, merupakan cerminan (respon) yang sepontan, karena siswa-siswa mengetahui nilai yang di dapatkannya. Nilai bagi seorang siswa merupakan buah hasil jerih payah yang mereka lakukan selama proses belajar, baik di kelas maupun di luar kelas (rumah). Sehingga 
Beberapa hari yang lalu , saya mencoba membuat tulisan materi pelajaran matematika, tapi terdapat beberapa kendala yang saya hadapi antara lain sulitnya menampilkan lambang dan kalimat matematika ,dikarenakan fasilitas yang terdapat pada keyboard tidak tersedia secara lengkap.Kemudian saya googling mencari bahan tentang cara menuliskan lambang dan kalimat matematika di blog. Sambil blogwalking akhirnya mampir di blog kawan yang berada di Negeri Sakura; Kang Dhani , dan langsung berdiskusi tentang masalah tersebut. Selanjutnya baca
Postingan ini adalah backup-an dari postingan saya di 



