Dalam acara diskusi publik “Membedah Kebijakan Sekolah Bertaraf Internasional ( SNP)” di Jakarta, banyak pro dan kontra dengan model sekolah (SNP). Menurut M Fajri, seorang Sosiolog, dalam penelitiannya di pelbagai SNI yang ada di sekitar Jakarta, menyebutkan beberapa kelemahan SNI, di antaranya :
- Kurikulum dan materi pelajaran terkesan tidak terkontrol oleh pemerintah,
- Banyak menggunakan tenaga asing sebagai guru,
- Munculnya dampak panjang sosial budaya dan nasionalisme pada anak-anak Indonesia,
- Pemerintah belum memiliki landasan hukum yang jelas bagi penyelenggaraan sekolah nasional plus.
Walaupun ada pro dan kontra atau plus dan minus di dunia pendidikan, tetap saja Departemen Pendidikan Indonesia sepertinya sedang tidur pulas sambil bermimpi ,…… Quopadis pendidikan Indonesia ???…..