Obrolan KKM

Pada saat istirahat pak guru Hendri Matriks sedang berdialog dengan beberapa orang siswa SMA Binalah Matematika .”KKM kepanjangan dari Kriteria Ketuntasa Minimal , sebelumnya bernama SKBM yaitu Standar Kompetensi Belajar Minimal”; kata pak Hendri Matriks.

“Apa sebenarnya kriteria ketuntasan minimal ,KKM ? Apa bedanya dengan rata-rata kelas yang tertera pada raport saya pada saat SMP dulu Pak?” Itulah pertanyaan yang di utarakan oleh siswi yang bernama Siti Matematikawati secara bertubi-tubi.

“KKM dibuat atau dihitung pada awal semester oleh guru mata pelajaran yang sejenis, biasanya seminggu sebelum kamu masuk sekolah, sedangkan RRK (rata-rata kelas) dihitungnya pada akhir semester sebelum kamu di bagi rapot setelah ulangan akhir semester oleh wali kelas”, jawab pak Hendri Matriks. “….Terus…”, kata Siti sambil mengerutkan dahinya.

“KKM juga biasanya di hitung per-bab atau materi pokok, kalau sekarang namanya Standar Kompetensi (SK), bahkan di hitung per sub-bab atau Kompetensi Dasar disingkat KD alias Kris-Dyanti”, kata pak Hendri Matriks sambil tersenyum. “Ah Bapak ini ngelucu…”, jawab Siti.”Eeeh.. lalu Pak”, kata Siti.

“Begini…dari tiap KD tadi di bagi lagi ke dalam beberapa indikator agar lebih operasional , maksudnya agar tujuan dari KD tersebut bisa terukur”, kata pak Hendri.Misalnya SK pelajaran matematika sekarang adalah ” Bentuk Akar”, nah… dari SK tersebut terdiri dari beberapa KD disesuaikan dengan kedalaman materinya yang menentukan adalah Depdiknas, KD terdiri dari beberapa indikator “. kata pak hendri Matriks sambil menarik nafas.

“Angka KKM matematika semester satu ini adalah 56, angka tersebuat adalah hasil dari perhitungan seluruh indikator pada satu semester, kadangkala dihitung per-dua semester tergantung keinginan sekolah. Kriteria perhitungan KKM ada tiga yaitu; Kompleksitas, daya dukung, dan intake siswa”. kata pak Hendri. “Wah sulit juga yah Pak menghitung KKM”, komentar Siti Matematikawati.

” Jika kamu kurang dari angka minimal, 56 , maka kamu harus mengulang beberapa indikator yang belum lulus atau istilahnya di remidi sampai melebihi angka minimal tadi supaya dapat melanjutkan ke SK berikutnya sampai selesai. Bagaimana sekarang faham mengenai KKM ?” tanya pak Henri Matriks. “Cukup faham Pak” jawab Siti Matematikawati. “Karena bel masuk sudah berbunyi kita belajar dulu, besok disambung lagi” , kata pak Hendri. “Terima kasih Pak”, kata anak-anak, lalu mereka masuk ke kelasnya .

Jika Anda suka tulisan ini silahkan klik,

agar tulisan menjadi koleksi bacaan Anda, terima kasih.

<<<< kembali ke awal<<<<

2 responses to “Obrolan KKM

  1. Gimanasih kriteria Tuntas dalam belajar, yang benar karena saya masih bingung ni..!

  2. Really great post. You are doing an excellent job with blogging, thank you for posting. Keep it up.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s